4 Cara Membuat Pondasi Pagar Rumah yang Kokoh dan Kuat

Pagar merupakan salah satu elemen penting dalam membangun rumah. Ada berbagai macam jenis pagar yang Anda dapat terapkan. Walaupun hanya sebatas bangunan pagar, namun pagar tetap harus memiliki prinsip-prinsip kekuatan stuktur tersendiri.

Untuk menciptakan bangunan yang kuat dan kokoh, ia harus memenuhi standar-standar yang ditentukan, seperti penggunaan material yang baik dan benar, struktur yang benar dan kokoh serta dikerjakan dengan metode yang benar. Oleh karena itu, pondasi merupakan hal yang sangat penting bagi bangunan yang akan dibangun. Berikut ini adalah tahapan-tahapan cara membuat pondasi pagar rumah. Simak!

Fungsi Pondasi Pagar Rumah

Pagar merupakan suatu elemen yang cukup penting pada sebuah rumah. Fungsi utama pagar adalah sebagai pembatas antara rumah Anda dengan rumah orang lain dan didaerah sekitar Anda. Pagar juga merupakan salah satu cara mencegah rumah kemalingan. Selain itu, pagar dapat difungsikan sebagai pembatas jalan rumah. Di dalam rumah, pagar adalah pintu gerbang utama yang akan dilalui. Oleh karena itu, pagar harus kuat dan dapat bertahan lama.

Posisi pagar terletak di bagian depan rumah, maka dari itu alangkah baiknya jika pagar dapat mempercantik keindahan rumah minimalis sederhana Anda dari tampak depan. Inovasi-inovasi yang dapat dilakukan kepada pagar sangat banyak saat ini. Misalnya dengan penambahan tanaman rambat sebagai cara membersihkan rumah dari energi negatif atau pun dengan menggunakan material kayu, bata, batu-batuan, besi serta baja. Untuk mengokohkan pagar, diperlukan penahan utama yang biasa dikenal dengan sebutan pondasi.

Pondasi berfungsi untuk menempatkan bangunan dan meneruskan beban yang kemudian disalurkan dari struktur atas kepada dasar pondasi. Pondasi adalah hal yang sangat penting dalam konsepsi sebuah bangunan rumah. Hal ini tentunya juga termasuk dengan pondasi pagar rumah yang pada umumnya terbuat dari bata dan beton. Kuat atau kokohnya pondasi yang Anda gunakan akan berpengaruh pada standar keamanan rumah anda. Cara membuat pondasi rumah dan pondasi pagar pada dasarnya tidak jauh berbeda.

Bahan dan Alat Pembuatan Pondasi Pagar Rumah

Sebelum Anda memulai proses pembuatan, terlebih dahulu Anda menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan. Bahan-bahan yang digunakan tidak jauh berbeda dari bahan-bahan dalam membangun rumah, seperti :

  • Sekop
  • Sendok semen
  • Pacul / cangkul
  • Kayu balok
  • Semen
  • Kerikil
  • Air (sekucukupnya)
  • Batu bata
  • Pengukur (untuk mengukur batas pondasi)
  • Dan lain-lainnya.

Cara Membuat Pondasi Pagar Rumah

Setelah semua bahan terkumpul, barulah Anda dapat memulai proses pembuatan, yakni :

  1. Penggalian Tanah

Hal pertama yang Anda lakukan setelah bahan-bahan selesai dipersiapkan adalah memulai proses penggalian tanah. Sebelum itu, tentukan batas-batas lahan yang akan Anda bangun sebagai pondasi dari pagar rumah. Langkah selanjutnya adalah menggali tanah. Supaya kuat dan kokoh biasanya pondasi dibuat di dalam tanah, seolah seperti akar agar pondasi semakin kokoh dan kuat. Walaupun sebenarnya pondasi dapat pula dibangun diatas tanah tanpa perlu repot-repot menggali ke dalam.

  1. Memasang Papan Pondasi

Setelah selesai, Anda melakukan proses pemasangan papan pondasi. Sebenarnya papan pondasi dapat digantikan dengan menggunakan kayu balok jika Anda tidak punya. Papan pondasi digunakan untuk menjaga kelebaran dan kelurusan pondasi yang akan dibuat. Dengan bantuan papan pondasi, nantinya akan memudahkan Anda saat melakukan proses penyemenan atau memasukkan batu kerikil dan batu bata. Jangan lupa, sebelum Anda memasang papan pondasi terlebih dahulu siapkan ukuran papan sesuai dengan keinginan Anda yang cocok dengan ukuran pondasi yang digunakan.

  1. Pembuatan Pondasi

Ketika Anda sudah yakin bahwa papan pondasi sudah terpasang dengan baik, langkah selanjutnya setelah menggali tanah adalah membuat adonan pondasi. Pertama-tama, Anda campurkan semen dan kerikil, aduk keduanya hingga benar-benar merata. Setelah campuran siap, masukkan semen dan kerikil itu ke dalam tanah yang sebelumnya sudah digali. Ketika campuran sudah melebihi batas tanah yang sudah digali atau sudah mencapai permukaan tanah, barulah Anda menyemen dengan batu bata dan balok kayu atau juga bisa menggunakan papan pondasi sebagai penopang agar semen yang dibuat rata, lurus serta kokoh.

  1. Proses Pengeringan

Begitu semua langkah-langkah selesai dilakukan, langkah terakhir adalah membiarkan pondasi mengering. Proses pengeringan pondasi memerlukan waktu kurang lebih satu hari penuh apabila cuaca tidak hujan. Jika hujan turun, maka proses pengeringan akan memakan waktu lebih dari satu hari. Setelah pondasi benar-benar kering, Anda dapat melepaskan papan-papan yang menopang. Biarkan pondasi tersebut mengering secara perlahan oleh panas sinar matahari. Jangan lupa untuk menutup pondasi menggunakan plastik, sehingga ketika hujan turun pondasi tidak akan berlubang-lubang yang membuat hasilnya kurang maksimal.

Tinggalkan Balasan