6 Cara Merenovasi Rumah Tua Agar Tak Menyesal

Siapa bilang merenovasi rumah lebih gampang ketimbang membangun rumah baru? Justru jika tidak tepat, akan banyak timbul masalah bahkan semakin membutuhkan banyak biaya.

Jika Anda memutuskan untuk merenovasi rumah, sebenarnya tidak perlu dilakukan secara keseluruhan. Namun, Anda bisa mengabaikan beberapa bagian rumah yang masih layak untuk dipakai.

Sebelum merenovasi rumah tua Anda, sebaiknya perhatikan hal-hal yang lebih penting agar tak menyesal setelah selesai merenovasinya. Berikut cara merenovasi rumah tua

1. Cek Kondisi Bangunan secara Keseluruhan

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mengecek seluruh kondisi bangunan. Cek bagian lantai, dinding, tiang penyangga, dan seluruh bagian rumah tua Anda. Lihat apakah ada yang sudah mengalami kerusakan atau ternyata kondisinya masih baik.

Nah, kalau Anda mendapati adanya kerusakan pada dinding rumah seperti keretakan, maka mulailah lakukan perbaikan dari dinding tersebut. Lain halnya, jika tiang rumah Anda yang rusak, bisa dengan menambal tiang penyangga yang rusak tersebut atau mengganti tiang secara keseluruhan jika rusaknya sangat parah.

Sama halnya dengan bagian rumah lainnya, kalau ternyata masih ada yang bisa dipertahankan, maka cobalah perbaiki seperlunya. Tetapi, jika kerusakan bagian rumah terlalu parah, maka sudah sepatutnya Anda memperbaiki dengan mengganti bagian tersebut secara keseluruhan.

2. Gunakan Bahan Bekas yang Masih Layak Pakai

Nah, hal yang satu ini bisa Anda coba. Misal, Anda punya bahan bangunan yang didapat dari hasil pembongkaran rumah tua Anda yang sekiranya masih layak pakai, tidak ada salahnya memakainya kembali.

Jangan takut jika terlihat kusam, karena Anda bisa mengecat atau memoles kembali dengan warna sesuai selera. Contohnya, kusen jendela, pintu, keramik lantai dan sebagainya. Anda bisa mendesain ulang sesuai dengan selera Anda karena selain hemat biaya, Anda juga bisa berlatih untuk menjadi kreatif.

3. Perbaharui Perabotan yang Ada

Ketika bicara tentang rumah tua, mungkin yang terbayang di kepala adalah perabotan di dalam rumah tersebut terlihat kusam tak terurus. Tapi, tidak akan dikatakan sebagai rumah tua jika perabotan yang ada di dalamnya masih terlihat bagus dan tampak baru.

Maka dari itu, Anda bisa memilih untuk membeli perabotan baru atau memodifikasi perabotan yang lama. Namun, ada baiknya Anda mengganti dengan perabotan baru karena rumah tua Anda pasti akan terlihat lebih segar dan indah. Sedangkan perabotan lama bisa Anda jual kembali.

4. Ganti Fungsi Ruang

Hal selanjutnya yang bisa Anda lakukan pada rumah tua adalah mengganti fungsi ruang. Terkadang rumah tua memiliki pembagian ruang yang kurang pas. Misalnya, ruang tamu yang seharusnya tidak lebih luas dari kamar tidur maupun dapur, bisa Anda siasati sesuai dengan kreatifitas Anda.

Anda juga bisa membagi sebagian ruang yang ada dalam ruang tamu menjadi kamar tidur atau dijadikan ruang kerja. Anda bisa mengubah fungsi ruang di rumah tua senyaman mungkin sesuai dengan keinginan Anda. Jadikan rumah benar-benar home sweet home!

5. Cek Lampu dan Alat Elektronik Rumah Anda

Biasanya rumah yang sudah tua akan ada masalah lampu dan juga peralatan elektronik. Hal ini wajar saja karena sudah lama tidak digunakan, yang menyebabkan tidak adanya pasokan listrik yang menjaga kinerja mesinnya.

Oleh karena itu, Anda harus mengecek keseluruhan alat-alat elektronik di rumah tua tersebut, contohnya sistem lightning seperti bohlam lampu.

Biasanya, bohlam lampu yang sudah lama tidak dipakai akan menguning dan tidak layak untuk digunakan lagi, jadi ganti saja dengan yang baru. Hal ini juga berlaku sama dengan alat elektronik lainnya seperti AC (Air Conditioner) dan lain-lain.

6. Tentukan Skala Prioritas dalam Merenovasi Rumah

Sebelum memutuskan untuk merenovasi rumah tua, Anda harus tahu bagian mana yang harus diperbaiki atau dimodifikasi kembali. Biasanya, proses renovasi rumah bisa berakhir pada membengkaknya biaya dikarenakan salah fokus pada apa yang diinginkan.

Untuk itu, buatlah skala prioritas mulai dari sekarang agar Anda tahu mana yang harus diperbaiki dan dibeli, serta mana yang bisa ditunda terlebih dahulu. Sekaligus Anda bisa menentukan berapa biaya yang akan Anda habiskan untuk merombak rumah tua tersebut.

Tinggalkan Balasan