inilah 5 Arsitek terbaik di Indonesia dan dunia

Arsitek terbaik di Indonesia

Tidak bisa dipungkiri bahwa Indonesia memiliki bangunan-bangunan megah yang namanya sudah diakui oleh mencanegara. Dan, secara langsung maupun tidak langsung, hal tersebut telah menegaskan bahwa Indonesia memiliki arsitek-arsitek dengan kemampuannya yang hebat.

Karena, tanpa adanya arsitek yang andal, tidak mungkin akan ada bangunan yang spektakuler di Indonesia. Di bawah ini adalah beberapa arsitek terbaik Indonesia yang harus Anda ketahui:

1. Y.B. Mangunwijaya Pr.

Arsitek satu ini menempati posisi puncak dalam daftar arsitek terbaik di Indonesia ini karena bukan hanya sumbangsihnya pada arsitektur kita yang tidak terbatas. Namun juga meresap ke dalam ingatan dan jiwa.

Dalam bidang arsitektur sendiri, lulusan Teknik Arsitektur ITB tahun 1959 dan Rheinisch Westfaelische Technische Hochschule tahun 1966 ini dijuluki sebagai bapak arsitektur modern indonesia. Karyanya yang terkenal adalah Bentara Budaya Jakarta, berbagai gereja, dan kawasan pemukiman Kali Code.

Sebagai seorang humanis, beliau sangat peduli pada masyarakat kecil saat merancang pemukiman di bantaran Kali Code. Beliau tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan untuk memanusiakan manusia.

Y.B. Mangunwijaya memberikan pendampingan pada korban Waduk Kedungombo sampai berhasil ke Mahkamah Agung. Namun atas perlakuannya tersebut, beliau malah dicap sebagai komunis oleh pemerintahan Orde Baru.

Selain seorang arsitek, Y.B. Mangunwijaya juga merupakan seorang sastrawan yang menghasilkan karya yang dipuji di Indonesia dan seluruh dunia. Sebut saja Burung-burung Manyar dan Roro Mendut.

2. Ridwan Kamil

Selain berhasil berkontribusi dalam pembangunan Museum Tsunami Aceh dan Rasuna Epicentrum, Ridwan Kamil juga diakui karena aktivitas sosialnya dan kontribusinya terhadap masyarakat.

Bahkan, aktivitas sosialnya itu berhasil mendapat perhatian dunia, salah satunya dengan penghargaan yang didapatnya dalam Urban Leadership Award dari University of Pennsylvania pada 2013.

Penghargaan yang didapatkannya tersebut diberikan untuk pemimpin informal kota atau komunitas yang dinilai peduli dan berhasil memberikan sebuah solusi untuk wilayah tertentu dengan menyeimbangakan sektor sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Dan yang membanggakan, Ridwan Kamil merupakan orang Indonesia pertama yang berhasil mendapatkan penghargaan tersebut.

3. Fredrich S. Silaban

Fredrich S. Silaban merupakan arsitek kebanggaan Indonesia yang karya-karyanya menghiasi ibukota. Siapa yang tidak kenal Monumen Nasional, Gelora Senayan, dan Masjid Istiqlal yang paling membanggakan itu?

Bangunan masjid terbesar di Asia Tenggara itu dirancang olehnya melalui sebuah sayembara. Dan karyanya tersebut menjadi monumen toleransi di Indonesia. Anda tahu mengapa? Karena masjid terbesar di Indonesia itu dirancang oleh seorang Kristen.

Ia menyelesaikan pendidikan formal di H.I.S. Narumonda, Tapanuli tahun 1927, Koningen Wilhelmina School (K.W.S.) di Jakarta pada tahun 1931, dan Academic van Bouwkunst Amsterdam, Belanda pada tahun 1950. Selain Masjid Istiqlal, Monumen Nasional menjadi hasil rancanganya setelah Soekarno memerintahkannya merancang ulang hasil sayembara sebelumnya.

4. Soejoedi Wirjoatmodjo

Tahukah Anda siapa arsitek dari gedung MPR/DPR yang sangat ikonik itu? Soejoedi Wirjoatmodjo merupakan seorang arsitek berbakat yang memenangkan sayembara untuk desain gedung MPR/DPR tersebut.

Ia merupakan arsitek lulusan ITB dan mengenyam pendidikan arsitek melalui beasiswa di Perancis di Ecole Superieure National des Beaux Arts, Paris dan Hoogeschool, Delft, Belanda.

Karya-karyanya antara lain Gedung Sekretariat ASEAN, Gedung Kedubes Prancis di Jakarta, Gedung Konsulat Indonesia di Beograd, Gedung KBRI di Kuala Lumpur, dan Stasiun PLTA di Karang Kates, Jawa Timur.

Selain itu, Soejoedi turut merancang masterplan tata kota Kotamadya Pontianak, Kalbar, masterplan daerah pariwisata Nusa Dua, Bali, dan masterplan pengembangan pariwisata Jawa Tengah.

Warisannya adalah membawa bentuk arsitektur non-tradisional sebagai inspirasi arsitek-arsitek muda, rancangannya memberikan ruang interaksi sosial tanpa mengorbankan lingkungan sekitar.

5. Han Awal

Banyak yang tahu gedung arsip nasional, salah satu gedung kebanggaan Indonesia. Namun, belum banyak yang tahu siapa salah satu arsitek yang ada di balik pembangunan gedung tersebut.

Han Awal merupakan arsitek yang ikut berkontribusi dalam pembangunan Gedung Museum Arsip Nasional (pemugaran).

Han menyelesaikan pendidikannya dari pendidikan arsitek di Technische Hoogeschool di Delft, Belanda dan kemudian Technische Universitat, Berlin Barat, dan lulus tahun 1960.

Dalam karirnya, Han dikenal sebagai arsitek pemugaran (konservationis) bangunan-bangunan tua, karya pemugarannya meliputi Gereja Katedral Jakarta, Gedung Arsip, Gedung Bank Indonesia Jakarta Kota dan Gereja Immanuel.

Untuk sumbangannya di bidang budaya ini ia mendapatkan penghargaan rofesor AA Teeuw, guru besar kajian budaya Indonesia di Universitas Leiden, Belanda.

Penghargaa itu diberikan dua tahun sekali sejak 1992 kepada warga Indonesia atau Belanda yang dinilai berjasa meningkatkan hubungan kebudayaan kedua negara.

 

 

Arsitek terbaik di dunia

Di negara luar banyak ditemukan bangunan-bangunan dengan desai arsitektur yang begitu mengagumkan. Dibalik bangunan bangunan unik yang ada di dunia tentunya terdapat arsitek yang handal.

Berikut ini beberapa arsitek terbaik di dunia yang bisa dijadikan inspirasi bagi Anda yang memiliki impian menjadi seorang arsitek yang handal dan terkenal.

1. Le Corbusier

Charles-Edouard Jeanneret, lebih dikenali sebagai Le Corbusier, ialah seorang arsitek Swiss yang dikenal atas sumbangsihnya terhadap teori-teori desain modern (modernisme).

Karya bangunan-bangunannya tersebar di berbagai wilayah Eropa, India, Rusia, dan Amerika. Ia menempuh pendidikan di La-Chaux-de-Fonds Art School. Karirnya sebagai arsitek terbentuk sejak tahun 1907 yang ia jalani dari satu negara ke negara lainnya, seperti Perancis, Yunani, Turki, dan lain-lain.

Selain dikenal sebagai arsitek hebat, Le Corbusier juga merupakan perancang Bandar, pelukis, pengacara, dosen, dan pereka bentuk perabot.

Saat terjadi Perang Dunia I, Le Corbusier mengajar di almamaternya, La-Chaux-de-Founds Art School. Ia mengajar di sana sampai berakhirnya perang tersebut.

Karyanya saat itu berjudul Domino House yang ia ciptakan di tahun 1914 sampai 1915. Desain itu menjadi patokannya dalam membuat sebagian karyanya dalam sepuluh tahun setelahnya.

2. Santiago Calatrava

Santiago Calatrava lahir pada tahun 1951 di Valencia, Spanyol. Ia lulus dari Institut Arsitektur di Valencia dan dari Federal Institute of Technology di Zurich.

Sebagian besar karya awalnya berada di Swiss dan Spanyol , di mana ia telah memamerkan desainnya dan memenangkan beberapa penghargaan.

Calatrava jarang sekali merancang bangunan-bangunan tertutup. Ia lebih menyukai membuat bangunan dengan struktur yang terbuka.

Seperti karyanya yang berupa Stasiun Kereta Api Stadelhofen, di Zurich, Swiss pada tahun 1983-1984 dan Airport Sondica, di Bilbao, Spanyol pada tahun 1990-1999.

Oleh sebab itu, wajar jika Calatrava memiliki pengaruh besar dalam komunitas arsitektur Eropa.

3. Zaha Hadid

Zaha Hadid lahir pada tanggal 31 Oktober 1950, di Baghdad, Irak. Ia menerima gelar di bidang matematika dari Universitas Amerika di Beirut sebelum pindah untuk belajar di Sekolah Asosiasi Arsitektur di London.

Awal karir yang ia tempuh adalah dengan bekerja untuk mantan profesornya, Koolhaas dan Zenghelis, di Kantor untuk Metropolitan Arsitektur, di Rotterdam, Belanda pada tahun 1977.

Zaha Hadid dikenal atas karya-karya menakjubkannya yang menggabungkan latar belakangnya sebagai seorang ahli matematika dengan arsitekur.

Ia membuat desain-desain futuristik bahkan ekstrim yang sering disebut dengan “Arsitektur Dekonstruksi”. Karyanya pernah dinominasikan untuk penghargaan bergengsi, termasuk MAXXI (2010), Phaeno Science Centre (2006), dan BMW Central Building (2005).

Gaya desain dari seorang Zaha Hadid bisa disebut desain yang berani, kontemporer, organik, dan inovatif dengan berani menggunakan teknologi sebagai material yang jauh dari kata ‘biasa’.

4. Kenzo Tange

Kenzo Tange lahir di kota kecil Imabari, Jepang Selatan, pada tanggal 4 September 1913. Pada tahun 1935 dia memulai belajar dalam bidang arsitektur di “Department of Architecture at The University of Tokyo”, yang diselesaikannya pada tahun 1938.

Dia mulai dikenal masyarakat luas karena hasil studinya mendapat penghargaan dari “Tatsuno Prize”. Kemudian mendapat pengalaman profesional bekerja sama dengan seniornya, Kunio Mayekawa, yang juga lulusan Universitas Tokyo.

Setelah Perang Dunia II, Tange memenangkan sayembara untuk mengabadikan momen pengeboman kota Hiroshima, “Hiroshima Piece Center”.

Setelah memenangkan sayembara itu, Tange membuka kantor konsultan pribadinya. Kenzo Tange pernah bekerja untuk Le Corbusier pada tahun 1935-an, masa di mana arsitektur International Style, kubisme, fungsionalisme, sedang berkembang dan nantinya berpengaruh terhadap rancangan-rancangan karya Tange.

Pada karya-karya awal yang dihasilkan Kenzo Tange yaitu menggabungkan modernisme dengan arsitektur tradisional Jepang. Di akhir tahun 1960-an, beliau menghilangkan regionalisme dan beralih ke International Style.

Beberapa karya di antaranya adalah Hiroshima Peace Memorial Museum, Hiroshima (1955), Kurashiki City Hall, Kurashiki, Okayama (1960), Yoyogi National Gymnasium for the 1964 Summer Olympics, Tokyo (1964).

5. Frank Owen Gehry

Frank Gehry lahir 28 Februari 1929 di Toronto, Ontario, Kanada. Ia bekerja untuk Wdton Becket & Associates (1957-1968) dan Victor Gruen (1968-1961) di Los Angeles, serta untuk Andre Remondet di Paris (1961).

Kemudian dia menciptakan perusahaannya sendiri yang bernama Frank O. Gehry and Associates pada tahun 1967.

Proyeknya yang paling terkenal adalah Guggenheim Museum di Bilbao (Spanyol) yang kemudian dibuka untuk umum pada tahun 1997.

Gehry dikenal akan karyanya yang menggunakan pendekatan ukiran, berkurva, dan sering memakai logam yang mengkilat sebagai bungkusnya.

Gedung yang dirancangnya, termasuk tempat tinggal pribadinya di Santa Monica, California, telah menjadi tontonan bagi wisatawan.

Oleh sebab itu, banyak perusahaan, museum, dan pemerintah kota yang mencari Gehry untuk mengerjakan keperluan desain arsitekturnya.

Tinggalkan Balasan