Hindari 5 Kesalahan Fatal Saat Membangun / Merenovasi Rumah Anda

Mendengar paparan dari para ahlinya, aku jadi merasa memang banyak kesalahan yang saat membangun atau merenovasi rumah jaman now. Kesalahan-kesalahan itu antara lain:

1. Kita tidak bersahabat dengan alam

Banyak pemilik rumah yang tidak bersahabat dengan alam, misalkan penempatan kaca-kaca jendela yang menghadap matahari, ini akan menimbulkan pantulan cahaya yang membuat rumah menjadi lebih panas dan mempengaruhi kondisi bahan bangunan menjadi cepat rusak.
Jika rumah sering terkena panas, maka kayu jadi mudah lapuk, dinding cepat memuai, retak menimbulkan rembesan air, serta warna cat cepat memudar.
Menurut Tia, sebaiknya hadapkan kaca-kaca tersebut ke arah utara maupun selatan. Ini bukan masalah keyakinan FengShui, akan tetapi lebih kepada logika bahwa rumah yang kita tempati tetap akan menyatu dengan alam lingkungan.
Jangan menebang pohon di sekitar rumah, karena pohon itu cukup membantu membuat suasana rumah kita menjadi nyaman, teduh, dan sirkulasi udara di dalam rumah menjadi baik. Pastikan ventilasi rumah cukup dan pilihlah bahan bangunan yang bersahabat dengan iklim tropis Indonesia.

2. Tidak konsultasi pada ahlinya dan salah perhitungan

Meskipun uang untuk membangun atau merenovasi cukup banyak, namun jika tidak direncanakan dengan tepat, tidak berkonsultasi dengan ahlinya, tergiur ini itu, maka jangan merasa bersalah jika ternyata tetap saja tidak cukup, pembangunan jadi terbengkalai.
Jangan sampai banyak maunya, tetapi dana yang ada tidak mencukupi, memaksakan kehendak akhirnya malah asal-asalan, yang penting cantik diluar, sedangkan bagian dalamnya tidak diperhatikan. Oh, no, jangan sampai korupsi di rumah sendiri.
Artinya, sebaiknya belanjakan bahan bangunan dengan baik, sesuai dana dan ukuran rumah yang akan ditempati, tidak ada yang dikurang-kurangi, tidak boleh tawar menawar dalam urusan ini, akibatnya bisa fatal banget deh..

3. Tukang bangunan yang kurang handal

Membangun atau merenovasi rumah tentu saja harus menggunakan tenaga tukang yang berpengalaman. Ironisnya, banyak yang mengaku bisa membangun rumah tetapi tidak handal.

Contohnya untuk pemasangan keramik atau batu alam saja, tidak semua tukang bisa mengerjakannya dengan baik, sebentar saja sudah retak, copot, dan rontok.

Beberapa kasus yang kita temukan, keramik pada lantai dan dinding seringkali menjadi kopong, terasa kosong ditengah. Coba saja diketok-ketok, suara yang dihasilkan terdengar berbeda, menandakan bahwa semen pelapis sebagai perekatnya tidak penuh sempurna, akibatnya keramik mudah pecah, apalagi jika di garasi yang sering terkena beban kendaraan yang memiliki bobot berat.

Atau pengerjaan yang terburu-buru, ini juga mempengaruhi kualitas daya tahan bangunan. Biasanya terjadi begini kalau tukangnya ‘kejar tayang’, sudah ada yang menunggu jasanya di tempat lain.

4. Campuran semen dan pasir yang tidak pas

Tahukah anda, bahwa jika saja adukan semen dan pasir tidak tepat, kurang pulen, akibatnya akan membuat dinding dan lantai cepat retak, pecah, dan bahkan menimbulkan debu yang membahayakan paru-paru.
Aku pernah ngobrol dengan tukang bangunan saat bekerja di rumah, ternyata mengaduk semen itu punya teknik sendiri. Sebaiknya takarannya harus pas, airnya tidak boleh kebanyakan.

Cara mengaduk adonan pasir dan semen pun tidak boleh terlalu cepat, pokoknya harus tercampur dengan sempurna agar bangunannya kokoh dan lebih kuat.

Pasir yang kurang diayak, masih banyak kerikil, bisa menimbulkan rongga pada sambungan bata atau ubin, akibatnya membuat rapuh dan keropos karena tidak menempel dengan baik.
Jangan sampai deh, kita sudah banyak mengeluarkan dana untuk pasir dan semen, ternyata tukangnya kurang jago menakar dan mengaduk, akibatnya rumah kita menjadi cepat rusak.

Untuk meminimalisir kejadian-kejadian yang tidak diinginkan sebenarnya ada solusinya. Kita bisa menggunakan semen instan, disebutnya Mortar.

Tanpa harus diayak, kita tinggal menambahkan air, mengaduk dan langsung diaplikasikan pada beberapa bata, keramik, plester maupun mengaci. Praktis banget yaa, pastinya jadi hemat waktu.

Tinggalkan Balasan