Inilah Penyebab kerusakan pada beton dan pencegahanya

dalam proses pengerjaan konstruksi, sering kali kita menemukan kerusakan yang terjadi pada hasil pengerjaan beton.

kerusakan dan keretakan pada beton tersebut dapat kita jumpai pada elemen elemen struktur beton seperti kolom, pelat dan dinding beton.

untuk menghindari kerusakan akibat pada keretakan beton tersebut, kita perlu mengetahui dengan seksama penyebab keretakan tersebut dan langkah apa yang harus kita ambil untuk memberikan hasil yang baik pada proses pengerjaan konstruksi beton.

berdasarkan hasil pengamatan di lapangan dan teori teori yang mendukung tentang proses pembetonan, penyebab kerusakan pada proses pembetonan adalah;

  1. tinggi jatuh pengecoran
  2. kesalahan pelepasan bekisting
  3. kesalahan pembesian
  4. dilatasi pengecoran
  5. kegagalan design
  6. kesalahan penggunaan vibrator
  7. kesalahan pada saat proses curing
  8. beban tambahan yang tidak sesuai

dari berbagai macam kesalahan pada saat proses pengecoran, penggunaan vibrator yang salah menjadi penyebab terbesar keretakan pada proses pengecoran

saran yang perlu di lakukan untuk mencegah kerusakan pada beton:

  1. untuk mencegah kerusakan akibat tinggi jatuh pengecoran, ebaiknya lakukan pembatasan tinggi jatuh pengecoran 3-4ft dan saat menjatuhkan campuran harus secara vertikal.
  2. Pengecoran harus dilakukan lapis demi lapis dengan tebal tiap lapis
    tidak boleh lebih tebal dari panjang batang penggetar dan tidak boleh lebih dari 500 mm.
  3. memaksimalkan penggunaan vibrator untuk proses pemadatan sesuai dengan aturan yang berlaku.
  4. melakukan pemeriksaan pada tulangan sebelum melakukan pemasangan bekisting, sebaiknya di lakukan dengan peraturan SNI.
  5. Pencegahan untuk penambahan beban adalah dengan diadakan diskusi terlebih dahulu dengan pihak konsultan perencana. Bila tidak memungkinkan untuk diadakannya penambahan beban maka harus dilakukan perkuatan struktur sebelum adanya penambahan beban.
  6. Pencegahan untuk kegagalan design memastikan bahwa design struktur tersebut sudah sesuai dengan apa yang direncanakan oleh konsultan struktur. Pada saat pelaksanaan pastikan bahwa apa yang dilaksanakan sudah sesuai dengan gambar rencana, untuk hal ini maka perlu pengawasan ketat dari pelaksana proyek dan pengawas proyek konstruksi tesebut agar tidak terjadi kesalahan dalam design sehingga mengakibatkan kegagalan struktur.
  7. Pencegahan yang dapat dilakukan adalah sebelum melakukan pelepasan bekisting pelat harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari pihak kontraktor dengan melihat hasil uji kuat tekan, dari hasil uji kuat tekan harus sesuai dengan desain yang direncanakan agar pada saat pembukaan beksiting struktur sudah bisa menerima beban sendiri dan beban pekerja.
  8. Pencegahan yang dapat dilakukan untuk curing beton adalah dengan mengikuti ketentuan-ketentuan yang berlaku di SNI 03-3976 (1995) tentang lama curing dan cara curing yang benar.

Tinggalkan Balasan