Perhatikan Hal Penting Sebelum Pekerjaan Cor Dak Beton

Sebuah rumah terdiri dari beberapa elemen konstruksi yang wajib ada, seperti pondasi, dinding, dan atap. Struktur konstruksi harus kuat dan dari segala sisi, termasuk dengan dak. Di Indonesia, dak beton adalah salah satu jenis konstruksi yang paling sering ditemui dan kerap menjadi pilihan terutama untuk bangunan segala jenis. Ingin tahu lebih lanjut tentang dak beton? Yuk ikuti dulu pembahasan lengkap dari Kania seputar dak beton berikut ini.

Apa itu Dak beton?

Dak adalah istilah yang berarti pembatas antara lantai bawah dengan lantai yang di atasnya. Tapi dalam kesehariannya, dak juga sering ditujukan sebagai konstruksi yang berada di bagian paling atas. Bahan untuk membuat dak juga berbeda- beda, antara lain dari beton, kayu, dan tanah liat. Nah, dak beton artinya adalah pembatas lantai— termasuk juga bagian atap—yang terbuat dari beton.

Bagaimana Cara Membuat Dak Beton?

Dak beton secara umum dibuat dengan cara konvensional yaitu memakai cor beton atau sistem pabrikasi. Sebagai pelat pembatas antara lantai rumah, pembuatan dak beton yang benar sangat penting dan wajib diperhatikan secara teliti. Dengan pembuatan dak beton yang baik, daya tahan rumah bagi dan kualitas bangunan juga semakin terjamin.

Karakteristik dak beton yang baik harus memiliki 4 poin utama berikut, yaitu:

  • Solid atau kuat agar mampu menahan beban dan berat tanpa kendala.
  • Pengerjaan yang halus dan rata, karena berpengaruh terhadap fungsi dan estetika rumah secara keseluruhan.
  • Efisien, yang artinya dak beton harus dibangun dalam tempo yang tepat dan tidak terlalu lama supaya hasilnya tidak mudah retak atau keropos
  • Ekonomis, dak beton juga merupakan salah satu pilihan untuk membuat pelat lantai yang terjangkau dan irit.

Seorang kontraktor yang baik biasanya akan memulai membuat dak beton dengan cara menghitung dimensi lantai untuk menaksir bahan, material yang digunakan, peralatan yang digunakan, misalnya bor, serta jumlah tim kerja yang dibutuhkan. Timing juga harus dipertimbangkan saat membuat dak beton supaya hasil dak beton nantinya tidak melengkung, tidak rata atau bahkan retak karena tidak pas.

Tips Membuat Dak Beton Yang Baik

  • Hitung terlebih dahulu dimensi dan jumlah besi tulangan yang pas untuk membuat dak beton sesuai ukuran ruangan. Penggunaan besi yang berlebihan tidak dianjurkan karena malah akan menambah bobot struktur dan boros biaya pembuatan.
  • Ketebalan dak beton harus cukup untuk menahan gaya tekan. Umumnya dak lantai beton dibuat dengan ketebalan 12 cm, sedangkan untuk atap dak beton rata-rata menggunakan ketebalan minimal 8 cm.
  • Menyesuaikan antara kualitas dak beton dengan kebutuhan struktur, terutama untuk benda-benda yang akan diletakkan dalam ukuran bobot yang tidak lazim. Misalnya jika ada penambahan brankas pada titik- titik tertentu di lantai atas, maka harus dipertimbangkan.
  • Perhatikan pengadukan bahan supaya benar-benar homogen (merata). Komposisi bahan adukan tidak terlalu cair ataupun kental, dan tidak muncul segregasi atau butiran terpisah yang berpengaruh pada kualitas pengerjaan dak beton nantinya.
  • Menyiram air untuk menghindari pengerasan dak beton sebelum waktunya. Hal ini bisa juga diatasi dengan menaruh kain basah diatas permukaan lain, supaya dak beton tidak terlalu cepat mengeras.

Kelebihan Dak Beton

  • Dibandingkan dengan model atap runcing atau tertutup, atap dak beton bisa menjadi tambahan ruang misalnya sebagai ruang cuci karena bentuknya yang datar layaknya lantai rumah biasa.
  • Dak beton memungkinkan penambahan tinggi bangunan, misalnya dari rumah 2 lantai menjadi 3 lantai dan seterusnya sepanjang konstruksinya kuat dan memungkinkan.
  • Dak beton merupakan salah satu jenis dak yang paling kuat dan tidak mudah rusak. Tahan terhadap cuaca, baik panas, hujan maupun terpaan angin kencang.
  • Ketebalan dak beton yang dikerjakan dengan baik akan mampu meredam panas sinar matahari dengan baik. Walaupun demikian, banyak yang menambah dengan plafon gypsum dari bagian langit- langit demi kenyamanan ekstra serta estetika.
  • Minim biaya perawatan & mudah dibersihkan. Dak beton umumnya juga tidak harus dihiasi dan pembersihan hanya dengan cara biasa, misalnya disapu dan disiram untuk mengenyahkan debu.

Kekurangan Dak Beton

Dak beton tergolong cukup mahal, terutama dari segi pembuatannya. Pengerjaan dak beton harus menggunakan tenaga konstruksi profesional karena pengerjaan sendiri masih sangat jarang dan membutuhkan mesin serta keahlian khusus.

  • Sulit untuk dibongkar. Jadi renovasi rumah untuk dak beton umumnya tidak bisa lagi dikerjakan secara parsial, tetapi pembongkaran total serta membutuhkan ventilasi yang baik dan tidak boleh terlalu lembap, sehingga kurang cocok untuk bangunan yang berukuran kecil.
  • Secara umum, dak beton memang bisa menahan endapan air. Tetapi jika tidak dikerjakan dengan teliti, maka kebocoran bisa saja terjadi. Sehingga tidak jarang dak beton harus dilapisi dengan bahan waterproof seperti cat anti bocor.

Tinggalkan Balasan