Tips Memilih Material Bangunan Tahan Gempa

Hidup di negara dengan tingkat aktivitas vulkanik yang cukup tinggi seperti Indonesia, membuat kita patut was-was terhadap risiko gempa bumi.

Apalagi untuk Anda yang memang tinggal di wilayah dengan risiko gempa bumi tinggi seperti dekat pantai atau dekat gunung aktif. Oleh karena itu, sebelum membangun rumah, Anda wajib mempelajari prinsip-prinsip berikut ini untuk menentukan memilih material bangunan tahan gempa.

Tips Memilih Material Bangunan Tahan Gempa Berdasarkan 7 Prinsip Ini

Konfigurasi Bentuk Bangunan

Sebelum suatu bangunan didirikan, hendaknya konfigurasi bangunan baik secara horizontal maupun vertikal dibuat sesimetris mungkin sesuai dengan pusat massa bangunan.

Tujuannya adalah untuk menghindari terjadinya pemusatan gaya gempa di titik-titik tertentu pada struktur bangunan yang bermaterial beton atau bata. Tidak telalu bermasalah jika Anda lebih memilih material kayu atau papan.

Daktilitas

Daktilitas merupakan unsur perencanaan sedetail mungkin terhadap struktur rumah sebelum memutuskan membeli material bangunan.

Pondasi rumah hendaknya mengandung unsur material penahan gempa sesuai dengan pedoman arsitektur bangunan secara daktail. Arti kata daktail sendiri memiliki banyak pemahaman, bahasa mudahnya adalah kuat apabila di beri gaya tekan, dan kuat pula apabila di beri gaya tarik.

Diafragma dan Ikatan Lantai

Memilih bangunan dengan material beton, batako maupun bata berarti harus siap dengan ancaman gempa bumi. Oleh karena perencanaan tingkat beban-beban akibat gempa terhadap unsur penahan gempa dalam tingkat tersebut harus sebanding sesuai dengan kekakuan lateral.

Perlu diketahui bahwa lantai dengan dari unsur keramik dan kaca sangat rentan terhadap retakan jika terjadi gempa. Untuk mengatasi masalah ini bisa memilih material lantai marmer atau granit dimana selain mudah dibersihkan, jenis lantai ini juga tidak rentan retak akibat gempa bumi.

Ikatan Dinding Antar Lantai dan Atap

Ini penting bagi Anda yang menggunakan dinding beton, dinding beton dan dinding pasangan harus dijangkarkan terhadap semua lantai dan atap untuk menghasilkan stabilitas horizontal. Teknologi material bahan bangunan saat ini cukup berkembang pesat. Untuk material dinding Anda bisa menggunakan beton ringan aerasi yang lebih ramah terhadap gempa bumi.

pemasangan bata ringan Selain itu, hindari memilih material bangunan tahan gempa bagian atap dengan material kaca, karena pecahan kaca sangat berbahaya jika sewaktu-waktu terjadi gempa.

Hubungan antar pondasi bangunan rumah tidak boleh dilewatkan dalam desain rumah yang ramah gempa bumi. Pondasi yang baik harus saling berhubungan secara dua arah antar pondasi. Material pondasi yang bisa Anda pilih agar tahan gempa berupa pelat lantai beton bertulang. Pondasi haruslah kuat untuk meredam getaran gempa.

Beban Rumah

Beban atau bobot rumah juga menjadi salah satu faktor yang dapat mempercepat ambruknya bangunan akibat gempa bumi. Ini karena semakin besar bobot bangunan rumah maka akan semakin besar pula percepatan gempa sehingga potensi runtuhnya bangunan juga meningkat.

Sehingga jika Anda membangun rumah bertingkat, maka risiko terhadap ambruknya rumah akibat gempa bumi juga akan semakin besar. Pemilihan material-material bangunan yang ringan bisa menjadi alternatif untuk prinsip ini. Selain itu, tinggi bangunan juga seharusnya tidak melebihi empat kali dari lebar bangunan.

Blok Beton Ringan

Perlu diketahui bahwa jika terjadi gempa, maka kekuatan gempa yang dihasilkan sama rata untuk segala arah baik secara vertikal, horizontal maupun diagonal. alternatif material pengganti cor lantai beton Untuk mengatasi prinsip ini, Anda bisa menggunakan tipe blok beton ringan aerasi yang direkatkan melalui perekat tipis (misalnya mortar) yang memiliki kekuatan seragam ke segala arah dibandingkan material dengan pasangan dinding batu bata.

Dinding panel memang memiliki ketahanan terhadap gempa daripada jenis dinding yang lain. Itulah 7 prinsip dasar membangun rumah sebagai tips untuk memilih material bangunan tahan gempa.

Tinggalkan Balasan