Tips Mempercantik Teras Rumah

Saat mendesain rumah, seringkali kita terfokus pada interior, sementara bagian eksterior sering dibiarkan apa adanya. Padahal, eksterior adalah pemberi kesan pertama yang menentukan, terutama teras rumah.

Beranda rumah adalah bagian eksterior rumah bisa mengubah kesan dengan cepat. Beranda adalah tempat pertama di mana mata Anda akan tertuju. Selain pintu, beranda menjadi bagian penting karena biasanya beranda sering digunakan untuk menyambut tamu atau bercengkerama dengan tetangga.

Sebenarnya, cara untuk mempercantik beranda pun tidak jauh berbeda dengan interior. Hanya saja, Anda perlu memahami elemen-elemennya.

1.Dinding

Tidak ada yang dapat menyangkal bahwa warna dari keseluruhan dinding pada beranda menjadi sebuah teaser bagi siapapun yang melihat. Warna dan tekstur dinding yang menarik ibarat magnet yang akan menarik orang untuk berkunjung.

Untuk beranda, Anda bisa menggunakan warna yang cerah atau warna-warna primer yaitu biru, kuning, dan merah. Bisa juga Anda gunakan warna lainnya seperti warna pastel atau bahkan warna terang. Kedua palet warna ini selain memberikan sentuhan yang menarik untuk mata, juga dapat memberikan efek yang luas bagi beranda Anda.

Penggunaan warna-warna yang disebutkan tadi dapat bermanfaat bagi Anda yang memiliki beranda berukuran kecil. Karena warna ini dapat memantulkan cahaya dari matahari, beranda mungil Anda akan terlihat lebih cerah.

Namun satu hal yang perlu diingat bahwa Anda juga harus menyelaraskan warna dinding pada beranda dengan warna keseluruhan dari bangunan rumah Anda, karena beranda dan rumah adalah bagian yang tidak terpisahkan. Lalu, gunakanlah cat khusus eksterior agar kualitas cat dapat bertahan lebih lama.

Jika Anda ingin mendapatkan suasana yang alami dan tidak mengandalkan warna cat, maka Anda dapat menggunakan batu alam pada dinding. Inilah beberapa contoh bahan-bahan batu alam yang biasa digunakan untuk dinding eksterior rumah.

Untuk pemasangan batu alam pada dinding beranda, Anda memerlukan beberapa tips yang sebaiknya Anda lakukan. Untuk meningkatkan daya rekat batu pada dinding, rendam dulu ke dalam air paling tidak selama 1 hari sebelum pemasangan.

Lalu, tiriskan dengan cara diangin-anginkan, namun jangan terkena paparan sinar matahari langsung. Jika sebelumnya dinding Anda menggunakan cat, pastikan Anda menghilangkan cat yang menempel hingga bersih agar tidak ada material yang tertinggal dan mempengaruhi daya rekat batu tersebut.

2. Lantai

Pemilihan jenis lantai untuk eksterior berbeda dengan interior. Jika Anda memilih bahan keramik dan sejenisnya, pastikan untuk menggunakan lantai khusus untuk eksterior. Namun bagi Anda yang menyukai hal yang alami dan tidak ingin direpotkan dengan lantai yang sering kotor, Anda dapat menggunakan batu alam. Jika ingin lebih terkesan hangat, Anda dapat menggunakan lantai yang berbahan kayu.

3. Atap

Penggunaan atap untuk beranda pastinya mengikuti dari desain rumah itu sendiri. Ada beberapa desain atap yang dapat menghindari tetesan air hujan masuk ke beranda, seperti atap pelana. Untuk rumah klasik biasanya atap dihiasi dengan detail dan berbentuk lengkung. Sedangkan untuk rumah modern, biasanya berbentuk sederhana tanpa menggunakan detail.

Selain penggunaan atap rumah, kanopi seringkali dipergunakan untuk menghindari air hujan masuk ke beranda rumah, juga memfilter cahaya dari matahari. Jika Anda ingin sedikit menggunakan gaya yang berbeda untuk atap beranda Anda, coba yang satu ini.

Jika beranda rumah Anda agak sedikit teduh karena rimbunnya tanaman di halaman rumah, Anda dapat menggunakan ide yang satu ini. Menggunakan atap transparan dapat memberikan cahaya ekstra bagi beranda Anda, sekaligus dapat menjadi pemandangan langit yang indah nantinya pada malam hari.

4. Railing

Akrabkah Anda dengan istilah railingRailing bagian arsitektur seperti pagar yang ditempatkan di teras atau interior rumah, seperti di pinggir tangga. Selain sebagai pembatas dan keamanan, railing juga bisa menambah estetika.

Sebenarnya bentuk railing saat ini bermacam-macam, banyak modifikasi yang dilakukan karena disesuaikan dengan keinginan pemilik rumah. Salah satu contohnya adalah pada gambar di atas yang memiliki pola menyilang antara batang yang satu dengan yang lain.

5. Kolom atau Tiang

Penggunaan tiang pada rumah biasanya diperlukan untuk menahan beban dari atap rumah. Namun ada juga yang menggunakan tiang sebagai bagian dari penghias atau dekorasi dari bagian beranda. Tiang juga disesuaikan ukurannya dengan seberapa berat beban yang ditopang. Semakin berat, maka diameter atau ukuran tiang semakin besar.

Tinggalkan Balasan