Tips Pasang Dinding Bata Ringan Yang Rapi dan Lurus

Saat ini bata ringan banyak digemari untuk membangun rumah.Kalau dilihat dari sisi harga material,bata ringan harganya memang lebih mahal dari pada bata merah.Namun kalau di lihat dari sisi teknis pengerjaan, bata ringan lebih efektif dan ekonomis.Ini disebabkan karena ukuran bata ringan lebih besar dari pada bata merah.Sehingga dalam pemasangannya bata merah lebih cepat dan lebih rapi.

Dibawah ini akan kami ulas cara pasang dinding bata ringan yang rapi.Sebelum kita memasang bata ringan tentunya kita sudah tau berapa kebutuhan yang diperlukan sesuai dengan lapangan.Di sisni saya anggap semua kebutuhan seperi bata ringan dan lem pasangannya beserta alat alat tukang sudah tersedia.

  • Siapakan alat tukang benang,lot,selang timbang dan sebatang kayu kaso yang lurus untuk membuat perpilan (kayu kaso atau sejenis untuk di jadikan patokan)
  • Pasang perpilan tersebut di kedua ujung lokasi yang mau di pasang bata ringan.Sebelum perpilan di paku pastikan perpilan di lot terlebih dahulu supaya tegak lurus.
  • Ambil selang timbang kemudiaan lakukan penyelangan antar tiang perpil.Biasanya di butuhkan 2 orang untuk melakukan penyelangan.Untuk memudahkan penyelangan ambil patokan 100 cm dari lantai kemudia kasih tanda dengan pensil atau spedol di 100 cm tadi. 100 cm ini adalah pinjaman dari lantai.Belum tentu perpil yg satu dengan lainnya jika di ukur dari lantai ke coretan tadi hasilnya 100 cm.Ia bisa lebih dan bisa kurang tergantung lantai dak beton yang ada.
  • setelah itu tarik benang antar perpil dari ujung ke ujung untuk pasangan awal bata ringan yang ketemu lantai dak beton.Caranya adalah kita ukur lebar batangan ringan terlebih dulu dimana lebar bata ringan umumnya adalah 20 cm dan panjangnya 60 cm.Setelah itu tarik ukuran 20 cm ke atas dari dak beton dan tandain di salah satu perpil tadi.Kemudian ukur dari tanda 100 cm tari ke bawah ketemu tanda yang 20 cm dan hasilnya berapa senti ini yang akan kita jadikan patokan untuk menandai perpil yg di ujung satunya. Jadi perpil yang satunya ngambil tandanya bukan lagi 20 cm dari lantai dak beton.Patokan kita ambil dari coretan yang 100 cm tadi.Sebab yang coretan 100 cm tai sudah pasti level sedangkan lantai dak beton tentu belum level.Tariklah benang tepat di coretan palaing bawah tadi.
  • Campurkan lem perekat (mortar) dengan air di sebuah ember kemudian aduk.Ukuran air ikuti petunjuk dalam kemasan lem perekat tersebut.Aduk sampai rata kemudian siap di gunakan.
  • Mulai pasang bata ringan pertama anda (dasar) dengan patokannya bibir bagian atas bata ringan yg tinggi 20 cm tadi harus mengikuti tarikan benang,harus lurus dan sejajar supaya mendapatkan pasangan yang rapi.
  • Jika pas ditaruh bata ringan pertama yang ketemu lantai dak beton,bibir atas bata ringan jauh dari benang(kurang keatas) maka kasih dulu adukan pasir dan semen di bawahnya.Itu tandanya lantai dak beton anda melengkung kebawah.Kenapa di kasih adukan pasir dan semen? Hal ini untuk meratakan dak yg melengkung turun tadi sekaligus menghemat lem perekat bata ringan (mortar) supaya tidak boros.
  • Ratakan lem perekat (mortar) antar bata ringan setipis mungkin karena pemasangan bata ringan semakin rapat semakin bagus dan kuat.Sekedar pemberitahuan biasanya satu kubik bata ringan menghabiskan 1 sak semen mortar ukuran kemasan 40 kg.
  • Untuk pasangan ke atas berikutnya,tarik lagi benang seperti pasangan pertama.Namun bagi sebagian tukang yang sudah ahli mereka hanya memerlukan tarikan benang pada saat pasangan awal saja.Selebihnya mengikuti feling dan perasaan.

Demikian penjelasan dari kami team Pesan Tukang mengenai cara pasang bata ringan yang rapi.Kalau ada yang perlu dipertanyakan silahkan tinggalkan komentar di kolom komentar di bawah ini.Kami juga menerima saran dan kritik dari pengunjung apa bila dalam artikel ini ada yang kurang.Silahkan juga sampaikan saran dan kritiknya di kolom komentar.Terimakasih semoga bermanfaat.
Salam Tukang

Tinggalkan Balasan